KLIPING BIOLOGI
TENTANG VIRUS

NAMA
: AGA PUTRA WICAKSANA
NO : 01
KELAS
: X C
2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Menurut para ahli biologi, virus merupakan organisme peralihan antara
makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus mempunyai
ciri-ciri makhluk hidup, misalnya mempunyai DNA (asam deoksiribonukleat) dan
dapat berkembang biak pada sel hidup. Memiliki ciri-ciri benda mati seperti
tidak memiliki protoplasma dan dapat dikristalkan. Para penemu virus antara
lain D. Iwanoski (1892) pada tanaman tembakau, dilanjutkan M. Beijerinck
(1898), Loffern dan Frooch (1897) menemukan dan memisahkan virus penyebab
penyakit mulut dan kaki (food and mouth diseases), Reed (1900) berhasil
menemukan virus penyebab kuning (yellow fever), Twort dan Herelle (1917) penemu
Bakteriofage, Wendell M. Stanley (1935) berhasil mengkristalkan virus mosaik
pada tembakau. Pengetahuan tentang virus terus berkembang sampai lahir ilmu
cabang biologi yang mempelajari virus disebut virology.
B.Tujuan Penulisan
·
Untuk Mengetahui apa yang dimaksud
dengan virus.
·
Untuk Mengetahui Penyakit apa yang
disebabkan oleh virus.
·
Untuk mengetahui Perana virus bagi
manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Virus
Virus
adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis.
Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan mengendalikan
sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk
bereproduksi sendiri. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel
yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis
organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofage atau fage digunakan
untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme
lain yang tidak berinti sel). Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam
nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi
semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau
kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk
memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Virus
sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat
menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini
virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya
virus influensa dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman
(misalnya virus mosaik tembakau/TMV).
Virus
merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat
dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada
bakteri. Karena itu pula, virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri.
Perbedaan virus dengan sel hidup
v Sel hidup
1 memiliki 2 tipe asam nukleat sekaligus.
2 dapat mereproduksi semua bagian selnya
3 memiliki system metabolisme
v
Virus
1 hanya memiliki 1 tipe asam nukleat
2 tidak dapat mereproduksi semua bag. Selnya, virus hanya
mereproduksi materi genetik dan selubung proteinnya.
3 tidak memiliki system metabolisme , oleh karena itu virus
tidak dapat tumbuh dan bereproduksi tanpa adanya sel inang.
Partikel virus mengandung DNA atau RNA yang dapat berbentuk
untai tunggal atau ganda. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia
berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai
tunggal. Bahan genetik tersebut diselubungi lapisan protein yang disebut
kapsid. Kapsid bisa berbentuk bulat (sferik) atau heliks dan terdiri atas
protein yang disandikan oleh genom virus.
Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya
disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya,
pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA
membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein
dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini
diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein
yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian
ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal
infeksi.
Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara
keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus
heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400
nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri
ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik
ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus
hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid.
Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat
diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung
terlibat dalam penginfeksian sel.
Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi
sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid
bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian selinang.
B.
Sejarah Penemuan Virus
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik
yang menginfeksi organisme biologis, sehingga virus bersifat racun. Hampir
semua virus dapat menimbulkan penyakit pada organisme, tetapi ada juga virus
yang menguntungkan, misalnya vaksin.
Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak.
Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak.
1. Pada tahun 1883 Adolf Meyer, ilmuwan Jerman melakukan penelitian tentang penyebab penyakit mozaik pada tembakau, yang menyebabkan tumbuhan tembakau menjadi kerdil dan daunnya belang-belang. Ia menyemprotkan ekstrak daun tembakau yang sehat, hasilnya tembakau yang sehat tertular. Ia menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan bakteri yang sangat kecil.
2. Tahun 1892, Dmitri Ivanovsky
ilmuwan Rusia, dia membuat saringan agar bakteri tidak lolos dalam penyaring
tersebut, saringan digunakan untuk menyaring ekstrak daun tembakau yang sakit,
dihasilkan filtrat. Filtrat disemprotkan ke daun yang sehat hasilnya tertular.
Ia menyimpulkan seperti Adolf Meyer.
3. Tahun 1987, Martinus Beujerinck, ilmuwan Belanda.
Ia melanjutkan percobaan Dmitri Ivanovsky, ia berpendapat bahwa ada agen yang
menginfeksi tanaman tembakau dan menyebutkan agen penginfeksi tersebut adalah
virus lolos yang sering, yang tidak mati jika dimasukkan ke dalam alkohol dan
tidak bisa diliuhat dengan mikroskop cahaya. - See more at:
http://farid-rizky.blogspot.com/2013/01/sejarah-penemuan-virus.html#sthash.ucn5uly4.dpuf
C.
Struktur
dan Anatomi Virus
Sama seperti manusia, dunia virus
pun memiliki keaneka-ragaman lho! Bentuk virus. antara yang satu dengan yang
lain, juga beda-beda. Gak percaya? Liat aja gambar berikut ini!
Sekarang percaya kan kalo virus juga
beranekaragam? Terdiri dari berbagai macam suku dan budaya. Tapi yang paling
penting, kami sesama virus, saling menghargai satu sama lain. (hehehe XD just
kidding!)
Meskipun bentuk virus beragam,
penelitian mengenai struktur virus tidak terlalu rumit, sebab pada umunya
setiap virus memiliki bentuk sel yang kurang lebih sama.
D. Klasifikasi virus
Virus dapat diklasifikasi menurut
morfologi, tropisme dan cara penyebaran, dan genomik fungsional.
· Klasifikasi virus berdasarkan morfologi
Berdasarkan morfologi, virus dibagi berdasarkan jenis asam
nukleat dan juga protein membran terluarnya (envelope) menjadi 4 kelompok, yaitu :
Berdasarkan tropisme dan cara
penyebaran, virus dibagi menjadi:
· Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional
Virus di klasifikan menjadi 7
kelompok berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:
1
Virus Tipe I = DNA Utas Ganda
2
Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal
3
Virus Tipe III = RNA Utas Ganda
4
Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)
5
Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)
6
Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+)
dengan DNA perantara
7
Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda
dengan RNA perantara
Menurut
klasifikasi Bergey, virus termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas
Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus). Pada tahun 1976 ICTV (International
Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan
struktur dan komposisi tubuh, yakni berdasarkan kandungan asam. Pada dasarnya
virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA.
a).Virus DNA mempunyai beberapa
famili:
1
Famili Parvoviridae seperti genus
Parvovirus
2
Famili Papovaviridae seperti genus
Aviadenovirus
3
Famili Adenoviridae seperti genus
Mastadenovirus
4
Famili Herpesviridae seperti genus
Herpesvirus
5
Famili Iridoviridae seperti genus
Iridovirus
6
Famili Poxviridae seperti genus
Orthopoxvirus
b). Virus RNA mempunyai beberapa
famili:
1
Famili Picornaviridae seperti genus
Enterivirus
2
Famili Reoviridae seperti genus
Reovirus
3
Famili Togaviridae seperti genus
Alphavirus
4
Famili Paramyvoviridae seperti genus
Pneumovirus
5
Famili Orthomyxoviridae seperti
genus Influensavirus
6
Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
7
Famili Rhabdoviridae seperti genus
Lyssavirus
8
Famili Arenaviridae seperti genus
Arenavirus
E.
Contoh-contoh
virus
Virus
RNA
Virus
RNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa RNA,
kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas III, IV, V, dan
VI. Beberapa contoh familia
virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Retroviridae, Picornaviridae,
Orthomixoviridae, dan Arbovirus.
Retroviridae
Retroviridae
merupakan virus berbentuk ikosahedral. Virus ini memiliki genom RNA berjumlah dua buah yang keduanya identik dan memiliki polaritas positif yang nantinya akan diekspresikan menjadi enzim polimerase yang unik yaitu reverse traskriptase yang berguna untuk mengubah RNA menjadi DNA. DNA yang
dihasilkan nantinya akan berintegrasi ke dalam DNA sel inang sebagai provirus. Virus ini termasuk ke dalam virus yang ganas, dapat
menyebabkan penekanan sistem kekebalan tubuh dan juga tumor.
Sifatnya yang ganas tersebut disebabkan salah satunya karena virus ini mudah
mengalami mutasi.
Salah satu genus dari famili ini yang paling terkenal adalah genus Lentivirus, yang contoh spesiesnya adalah HIV 1 dan 2.
Picornaviridae
Picornaviridae merupakan berukuran
kecil. Virus ini memiliki genom RNA dengan polaritas positif sehingga termasuk
virus kelas IV dalam klasifikasi Baltimore. Virus dalam famili ini mampu
menyebabkan banyak penyakit pada manusia, diantaranya adalah penyakit polio
yang disebabkan oleh Poliovirus dan flu ringan yang disebabkan oleh
Rhinovirus.
Orthomixoviridae
Orthomoxoviridae
merupakan virus yang memiliki selubung dengan materi genetik RNA bersegmen berpolaritas negatif sehingga virus ini termasuk
dalam kelas V dalam klasifikasi Baltimore. Ciri khan dari virus ini adalah
virus ini memiliki protein
permukaan yang merupakan antigen
utama yaitu Hemmaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA). Hemmaglutinin merupakan bagian virus yang menempel
pada sel target oleh sebab itu antibodi terhadap hemmaglutinin dapat melindung dari infeksi virus.
Neuraminidase berperan untuk melepaskan virion dari sel oleh sebab itu antibodi terhadap NA dapat menekan
tingkat keparahan infeksi virus.
Virus ini di klasifikasikan menjadi
empat kelompok yaitu :
- Influenza tipe A
Influenza tipe A merupakan virus
yang menginfeksi berbagai spesies baik manusia, burung (burung liar, ternak,
domestik), babi, kuda, anjing, dan mamalia air(anjing laut dan paus). Virus
influenza tipe A dapat mengalami antigenic drift dan antigenic shift.
Antigenic drift adalah terjadinya mutasi pada gen yang menyandikan protein
Hemmaglutinin. Hal tersebut menyebabkan antibodi yang ada tidak dapat
mengenalinya lagi. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinyaendemikmusiman.
Antigenic shift adalah munculnya subtipe barus virus influenza yang disebabkan karena penggabunggan genetik antara manusia dengan virus hewan atau dengan transmisi langsung dari hewan unggas ke manusia. karena tidak ada atau sedikitnya imunitas terhada virus baru, maka pandemik dapat terjadi.
Antigenic shift adalah munculnya subtipe barus virus influenza yang disebabkan karena penggabunggan genetik antara manusia dengan virus hewan atau dengan transmisi langsung dari hewan unggas ke manusia. karena tidak ada atau sedikitnya imunitas terhada virus baru, maka pandemik dapat terjadi.
- Influenza tipe B
- Influenza tipe C
- Tick-Borne Influenza virus ini merupakan virus yang berasal dari kutu.
Arboviruses
Arbovirus
merupakan singkatan dari ARthropoda-BOrne virus yaitu virus yang berasal dari
kelompok Arthropoda.
Arbovirus dibagi menjadi empat famili yaitu :
- Togaviridae
contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Rubellavirus. - Flaviviridae
contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Hepatitis C virus dan Denguevirus yang penyebabkan penyakit demam berdarah dengue. - Bunyaviridae
contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah California encephalitis virus (CE) yang menyebabkan penyakit encephalitis pada manusia. - Reoviridae
contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah reovirus yang menyebabkan Colorado tick fever dan Rotavirus yang menyebabkan diare epidemik pada anak-anak.
Virus DNA
Virus DNA merupakan virus yang
memiliki materi genetik berupa DNA,
kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas I, II, VII.
Beberapa contoh familia
virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Herpesviridae, Parvoviridae,
dan Poxviridae.
Herpesviridae
Herpesviridae merupakan kelompok
virus berukuran besar dengan materi genetik DNA utas ganda sehingga
dikelompokkan ke dalam kelas 1 dalam klasifikasi baltimore. Virus dalam
kelompok ini dapat menyebabkan penyakit ganas dan juga dapat menyebabkan
kelainan pasca kelahiaran pada bayi. Herpesviridae terbagi ke dalam beberapa
genus, yaitu :
1
Alpha Herpesvirus
Virus yang termasuk dalam kelompok
Alpha herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut dengan gejala yang
muncul saat itu juga. infeksi virus ini bersifat laten persisten disebabkan karena kemampuan genom virus ini untuk
berintergrasi dengan sel inang. jika kondisi inang sedang lemah, maka ada
kemungkinan penyakit dapat muncul kembali pada tempat yang sama.
contoh dari virus ini adalah Herpes simplex tipe 1 dan 2 dan Varicella zoster(VZ) virus.
contoh dari virus ini adalah Herpes simplex tipe 1 dan 2 dan Varicella zoster(VZ) virus.
2
Beta Herpesvirus
Virus yang termasuk dalam kelompok
beta herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut akan tetapi tidak
ditemukan gejala pada carrier. virus ini menyebabkan infeksi pada bayi dan perkembangan abnormal (penyakit kongenital).
contoh dari virus ini adalah Cytomegalovirus.
contoh dari virus ini adalah Cytomegalovirus.
3
Gamma Herpesvirus
Virus yang termasuk dalam kelompok ini mampu menyebabkan penyakit limphopoliperatif jinak dan ganas.
contoh dari virus ini adalah Epstein-Barr virus.
Virus yang termasuk dalam kelompok ini mampu menyebabkan penyakit limphopoliperatif jinak dan ganas.
contoh dari virus ini adalah Epstein-Barr virus.
Parvoviridae
Parvoviridae merupakan virus dengan DNA utas tunggal polaritas positif atau negatif sehingga
termasuk dalam kelas II dalam klasifikasi Baltimore. Virus ini tidak memiliki selubung virus dan merupakan virus manusia yang berukuran paling kecil.
Virus merupakan virus yang tidak sempurna sehingga perlu berasosiasi dengan adenovirus sehingga sering disebut Adeno-Associated Virus(AAV).
Salah satu contoh kelompok ini adalah virus B-19 yang dapat menyebabkan cacat atau keguguran pada janin.
Poxviridae
Poxviridae merupakan virus dengan
materi genetik DNA untai ganda sehingga virus ini di termasuk dalam kelas I
dalam klasifikasi
Baltimore. Ciri khas dari virus ini adalah
virus ini memiliki morfologi besar dan kompleks.Virus yang terkenal dalam
kelompok ini adalah Smallpox.
Smallpox cukup terkenal karena menimbulkan pandemik yang sangat besar diseluruh dunia. sekarang virus Smallpox
sudah dimusnahkan.
F. Ciri-ciri virus
Kata
virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun. Ilmu yang mempelajari
tentang virus disebut virology. Menurut para ahli biologi, virus merupakan
organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Virus ini dapat
digolongkan sebagai benda mati, karena tidak mempunyai protoplasma dan dapat
dikristalkan; sedangkan dapat digolongkan sebagai benda hidup, karena mempunyai
kemampuan untuk kemampuan untuk reproduksi (berkembang biak) walaupun hanya
pada sel hidup, dan memiliki asam nukleat yaitu DNA atau RNA
1 Virus mempunyai ukuran sebesar 2 – 20 mµ. tetapi ada juga
beberapa virus yang berukuran sampai 300 mµ. karena ukuran yang sangat kecil
inilah maka virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop electron. Bentuk virus
bervariasi yaitu ada yang oval, memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan
berbentuk seperti kecebong.Tubuh virus terdiri atas kepala, kulit (selubung
atau kapsid), isi tubuh dan serabut ekor. Isi tubuh hanya satu macam asam
nukleat yaitu DNA atau RNA. Ciri lainnya adalah virus tidak dapat bergerak
maupun melakukan metabolisme.
2 Perkembangbiakan Virus
Dalam perkembangbiakannya virus memerlukan sel yang hidup.
Oleh karena itu virus harus menyerang organism lain, yang disebut sel inang.
Sel inang dapat berupa sel dari bakteri, hewan, manusia dan tumbuhan. Virus
yang menyerang bakteri disebut bakteriofage atau fag. Salah satu contoh bakteri
yang diserang virus adalah bakteri Echericia coli. Cara virus menginfeksi
bakteri dibedakan menjadi dua macam yaitu secara litik (virus yang
menghancurkan sel induk setelah berhasil mereproduksikan diri) dan secara
lisogenik (virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi
dengan DNA sel bakteri), sehingga jika bakteri membelah diri maka virus akan ikut
membelah.
· Ciri-ciri Virus Berdasarkan Struktur Tubuhnya
Berukuran ultra mikroskopis
Parasit sejati/parasit obligat
Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan
Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA
Dapat dikristalkan
Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup
Berukuran ultra mikroskopis
Parasit sejati/parasit obligat
Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan
Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA
Dapat dikristalkan
Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup
· Struktur Virus
Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:
Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:
a) Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.
b) Kapsid
Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.
Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.
c). Isitubuh
Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.
Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.
d) Ekor
Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.
Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.
· Reproduksi Virus
Cara reproduksi virus dikenal
sebagai proliferasi yang terdiri dari:
a.
Daur litik (litic cycle)
1
Fase Adsorbsi (fase penempelan)
Ditandai dengan melekatnya ekor
virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim
penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk memasukkan
asam inti virus.
2
Fase Injeksi (memasukkan asam inti)
Setelah terbentuk lubang pada sel
bakteri maka virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel bakteri.
Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi.
3
Fase Sintesis (pembentukan)
DNA virus akan mempengaruhi DNA
bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah
bagian-bagian virus. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis
virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus.
4
Fase Asemblin (perakitan)
Bagian-bagian virus yang telah
terbentuk, oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna. Jumlah virus yang
terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik.
5
Fase Litik (pemecahan sel inang)
Ketika perakitan selesai, maka virus
akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim, akhirnya virus
akan mencari inang baru.
b.Daur lisogenik (lisogenic cycle)
1
Fase Penggabungan
Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA
virus harus memutus DNA bakteri, kemudian DNA virus menyisip di antara benang
DNA bakteri yang terputus tersebut. Dengan kata lain, di dalam DNA bakteri
terkandung materi genetik virus.
2
Fase Pembelahan
Setelah menyisip DNA virus tidak
aktif disebut profag. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan
pembelahan.
3
Fase Sintesis
DNA virus melakukan sintesis untuk
membentuk bagian-bagian viirus
4
Fase Perakitan
Setelah virus membentuk
bagian-bagian virus, dan kemudian DNA masuk ke dalam akan membentuk virus baru
5
Fase Litik
Setelah perakitan selesai terjadilah
lisis sel bakteri. Virus yang terlepas dari inang akan mencari inang baru.
Struktur virus terdiri atas asam
nukleat (DNA atau RNA) yang diselubungi oleh oleh lapisan protein yang disebut
kapsid. Gabungan antara asam nukleat dengan kapsid disebut nukleokapsid. Virus
memiliki ukuran lebih kecil dari bakteri, lho (2-20 milimikron)!
Virus yang paling terkenal adalah
virus yang menyerang bakteri (bakteriofage) yang memiliki struktur seperti
huruf T. Virus ini memiliki asam nukleat berupa DNA yang terdiri atas 100 gen
yang tersimpan dalam kepala virus (capsid isohedral).
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Setelah saya membaca materi tentang
virus pada manusia,saya dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan virus
adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis.
Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan
mengendalikan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan
selular untuk bereproduksi sendiri.Adapun contoh-contoh dari virus yaitu Virus
RNA dan Virus DNA.
Virus
RNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa RNA,
kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas III, IV, V, dan
VI. Beberapa contoh familia
virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Retroviridae, Picornaviridae,
Orthomixoviridae, dan Arbovirus.Virus DNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa DNA,
kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas I, II, VII.
Beberapa contoh familia
virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Herpesviridae, Parvoviridae,
dan Poxviridae.
Contoh
paling umum dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pilek (yang bisa saja disebabkan oleh satu atau beberapa virus
sekaligus), cacar, AIDS
(yang disebabkan virus HIV),
dan demam herpes (yang disebabkan virus herpes
simpleks).Selain merugikan,virus juga
mempunyai peranan yang menguntungkan yaitu membuat antitoksin,melemahkan
bakteri dan memproduksi vaksin.
B.Saran
Bagi para pembaca dengan melihat
begitu sulit untuk membunuh virus,disarankan untuk menggunakan metode
pengobatan yang paling efektif yaitu vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses
infeksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus.Penyembuhan
penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap
kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri
terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk
memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus
DAFTAR PUSTAKA
Creager, A.N.H. (2002)
(Didigitalisasi oleh Google Penelusuran Buku). The
life of a virus: tobacco mosaic virus as an experimental model, 1930-1965 (edisi ke-Edisi ke-2). Chicago: University of Chicago
Press. hlm. hlm. 119. ISBN 0226120260,
9780226120263.
Rous P (1911). "A
sarcoma of the fowl transmissible by an agent separable from the tumor
cells" (pdf). J Exp Med 13:
397-399.
Stanley WM (1933). "Isolation
of a crystalline protein possessing the properties of tobacco mosaic
virus" (pdf). Science 81:
644-645.
Hershey AD, Chase M (1952). "Independent
Function of Viral Protein and Nucleic Acid in Growth of Bacteriophage" (pdf). Journal of General Physiology 36:
39-56.
Strauss, JH.; Strauss, EG. (2008), Viruses
and Human Disease, London: Elsevier, ISBN 978-0-12-375145-1 (lihat di Penelusuran Buku Google)
Hidari KIPJ (2010). "Glycan
Receptor for Influenza Virus"
(pdf). The Open Antimicrobial Agents Journal 2: 26-33.
Mahy, BWJ.; van Regenmortel, MHW.
(2010), Desk Encyclopedia of General Virology, San Diego: Elsevier, ISBN 978-0-12-375145-1 (lihat di Penelusuran Buku Google)
Cossart, P (2005), Cellular
Microbiology, Washington DC: American Society for Microbiology Press, ISBN 1-55581-302-X (lihat di Penelusuran Buku Google)
abcdCheng, H.; Hammar, L. (2004), Cellular Microbiology,
Singapore: World Scientifis Publishing Co. Pte. Ltd., ISBN 981-238-614-9
Carter, JB.; Saunders, VA. (2007), Virology:
Principles and Applications, England: John Wiley & Sons, Ltd., ISBN 978-0-470-023860-0 .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar