Sabtu, 14 September 2013

Kliping Tentang Virus




KLIPING BIOLOGI
TENTANG VIRUS




http://sarigaplek.files.wordpress.com/2012/08/sma-1-playen.jpg



                                 NAMA     : AGA PUTRA WICAKSANA
   NO           : 01
   KELAS    : X C





2013/2014



BAB  I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
            Menurut para ahli biologi, virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus mempunyai ciri-ciri makhluk hidup, misalnya mempunyai DNA (asam deoksiribonukleat) dan dapat berkembang biak pada sel hidup. Memiliki ciri-ciri benda mati seperti tidak memiliki protoplasma dan dapat dikristalkan. Para penemu virus antara lain D. Iwanoski (1892) pada tanaman tembakau, dilanjutkan M. Beijerinck (1898), Loffern dan Frooch (1897) menemukan dan memisahkan virus penyebab penyakit mulut dan kaki (food and mouth diseases), Reed (1900) berhasil menemukan virus penyebab kuning (yellow fever), Twort dan Herelle (1917) penemu Bakteriofage, Wendell M. Stanley (1935) berhasil mengkristalkan virus mosaik pada tembakau. Pengetahuan tentang virus terus berkembang sampai lahir ilmu cabang biologi yang mempelajari virus disebut virology.


B.Tujuan Penulisan
      ·         Untuk Mengetahui apa yang dimaksud dengan virus.
      ·         Untuk Mengetahui Penyakit apa yang disebabkan oleh virus.
      ·         Untuk mengetahui Perana virus bagi manusia.


























BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Virus
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan mengendalikan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofage atau fage digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel). Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influensa dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).
Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Karena itu pula, virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri.
Perbedaan virus dengan sel hidup
  v  Sel hidup
      1        memiliki 2 tipe asam nukleat sekaligus.
      2        dapat mereproduksi semua bagian selnya
      3        memiliki system metabolisme

  v  Virus
      1        hanya memiliki 1 tipe asam nukleat
      2        tidak dapat mereproduksi semua bag. Selnya, virus hanya mereproduksi materi genetik dan selubung proteinnya.
       3        tidak memiliki system metabolisme , oleh karena itu virus tidak dapat tumbuh dan bereproduksi tanpa adanya sel inang.

Partikel virus mengandung DNA atau RNA yang dapat berbentuk untai tunggal atau ganda. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal. Bahan genetik tersebut diselubungi lapisan protein yang disebut kapsid. Kapsid bisa berbentuk bulat (sferik) atau heliks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus.
Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.
Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel.
Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian selinang.

B.    Sejarah Penemuan Virus
 Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi organisme biologis, sehingga virus bersifat racun. Hampir semua virus dapat menimbulkan penyakit pada organisme, tetapi ada juga virus yang menguntungkan, misalnya vaksin.
             Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak.

  1. Pada tahun 1883 Adolf Meyer, ilmuwan Jerman melakukan penelitian tentang penyebab penyakit mozaik pada tembakau, yang menyebabkan tumbuhan tembakau menjadi kerdil dan daunnya belang-belang. Ia menyemprotkan ekstrak daun tembakau yang sehat, hasilnya tembakau yang sehat tertular. Ia menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan bakteri yang sangat kecil.

  2. Tahun 1892, Dmitri Ivanovsky ilmuwan Rusia, dia membuat saringan agar bakteri tidak lolos dalam penyaring tersebut, saringan digunakan untuk menyaring ekstrak daun tembakau yang sakit, dihasilkan filtrat. Filtrat disemprotkan ke daun yang sehat hasilnya tertular. Ia menyimpulkan seperti Adolf Meyer.

  3. Tahun 1987, Martinus Beujerinck, ilmuwan Belanda. Ia melanjutkan percobaan Dmitri Ivanovsky, ia berpendapat bahwa ada agen yang menginfeksi tanaman tembakau dan menyebutkan agen penginfeksi tersebut adalah virus lolos yang sering, yang tidak mati jika dimasukkan ke dalam alkohol dan tidak bisa diliuhat dengan mikroskop cahaya. - See more at: http://farid-rizky.blogspot.com/2013/01/sejarah-penemuan-virus.html#sthash.ucn5uly4.dpuf
C.   Struktur dan Anatomi Virus
Sama seperti manusia, dunia virus pun memiliki keaneka-ragaman lho! Bentuk virus. antara yang satu dengan yang lain, juga beda-beda. Gak percaya? Liat aja gambar berikut ini!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkrfnorQu2rBJDxH64N_qBG8U-M_GCejg4sIUM8_EnMVZiELlgbwb3QxFtzgw9XRjaNsXTH3i6OvZOcKXSDrm6HFo51H_h4cmhSWgg1erDjdU2pKG11NEoyaoYQGUb-c9r0jVxShwAMUG0/s320/1-2a-2.jpg

Sekarang percaya kan kalo virus juga beranekaragam? Terdiri dari berbagai macam suku dan budaya. Tapi yang paling penting, kami sesama virus, saling menghargai satu sama lain. (hehehe XD just kidding!)
Meskipun bentuk virus beragam, penelitian mengenai struktur virus tidak terlalu rumit, sebab pada umunya setiap virus memiliki bentuk sel yang kurang lebih sama. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgryeieMSQNjhc3La24h9m_F6v7W7EfRIWDVOKtkN-w0B_iZp-GgpV_qQ7zNfOuPizu7IclIKS4sg43ATQpDnYkLkrvfr5L0OOqTtuKFj1UKKLELqPQDY6hvELHN1ZCORahGIuJ819aKmQk/s1600/300px-phage.png
D.   Klasifikasi virus
Virus dapat diklasifikasi menurut morfologi, tropisme dan cara penyebaran, dan genomik fungsional.
      ·         Klasifikasi virus berdasarkan morfologi
Berdasarkan morfologi, virus dibagi berdasarkan jenis asam nukleat dan juga protein membran terluarnya (envelope) menjadi 4 kelompok, yaitu :
  1. Virus DNA
  2. Virus RNA
  3. Virus berselubung
  4. Virus non-selubung
      ·         Klasifikasi virus berdasarkan tropisme dan cara penyebaran
Berdasarkan tropisme dan cara penyebaran, virus dibagi menjadi:
  1. Virus Enterik
  2. Virus Respirasi
  3. Arbovirus
  4. Virus onkogenik
  5. Hepatitis virus
      ·         Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional
Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:
       1        Virus Tipe I = DNA Utas Ganda
       2        Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal
       3        Virus Tipe III = RNA Utas Ganda
       4        Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)
       5        Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)
       6        Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara
       7        Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantara

Menurut klasifikasi Bergey, virus termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus). Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh, yakni berdasarkan kandungan asam. Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA.
a).Virus DNA mempunyai beberapa famili:
       1        Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus
       2        Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus
       3        Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus
       4        Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus
       5        Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus
        6        Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus
b). Virus RNA mempunyai beberapa famili:
       1        Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus
       2        Famili Reoviridae seperti genus Reovirus
       3        Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus
       4        Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus
       5        Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus
       6        Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
       7        Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
       8        Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus 

E.   Contoh-contoh virus
Virus RNA
Virus RNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa RNA, kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas III, IV, V, dan VI. Beberapa contoh familia virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Retroviridae, Picornaviridae, Orthomixoviridae, dan Arbovirus.

Retroviridae
Retroviridae merupakan virus berbentuk ikosahedral. Virus ini memiliki genom RNA berjumlah dua buah yang keduanya identik dan memiliki polaritas positif yang nantinya akan diekspresikan menjadi enzim polimerase yang unik yaitu reverse traskriptase yang berguna untuk mengubah RNA menjadi DNA. DNA yang dihasilkan nantinya akan berintegrasi ke dalam DNA sel inang sebagai provirus. Virus ini termasuk ke dalam virus yang ganas, dapat menyebabkan penekanan sistem kekebalan tubuh dan juga tumor. Sifatnya yang ganas tersebut disebabkan salah satunya karena virus ini mudah mengalami mutasi.
Salah satu genus dari famili ini yang paling terkenal adalah genus Lentivirus, yang contoh spesiesnya adalah HIV 1 dan 2. 
Picornaviridae
Picornaviridae merupakan berukuran kecil. Virus ini memiliki genom RNA dengan polaritas positif sehingga termasuk virus kelas IV dalam klasifikasi Baltimore. Virus dalam famili ini mampu menyebabkan banyak penyakit pada manusia, diantaranya adalah penyakit polio yang disebabkan oleh Poliovirus dan flu ringan yang disebabkan oleh Rhinovirus. 
Orthomixoviridae
Orthomoxoviridae merupakan virus yang memiliki selubung dengan materi genetik RNA bersegmen berpolaritas negatif sehingga virus ini termasuk dalam kelas V dalam klasifikasi Baltimore. Ciri khan dari virus ini adalah virus ini memiliki protein permukaan yang merupakan antigen utama yaitu Hemmaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA). Hemmaglutinin merupakan bagian virus yang menempel pada sel target oleh sebab itu antibodi terhadap hemmaglutinin dapat melindung dari infeksi virus. Neuraminidase berperan untuk melepaskan virion dari sel oleh sebab itu antibodi terhadap NA dapat menekan tingkat keparahan infeksi virus.



Virus ini di klasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu :
  1. Influenza tipe A
Influenza tipe A merupakan virus yang menginfeksi berbagai spesies baik manusia, burung (burung liar, ternak, domestik), babi, kuda, anjing, dan mamalia air(anjing laut dan paus). Virus influenza tipe A dapat mengalami antigenic drift dan antigenic shift. Antigenic drift adalah terjadinya mutasi pada gen yang menyandikan protein Hemmaglutinin. Hal tersebut menyebabkan antibodi yang ada tidak dapat mengenalinya lagi. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinyaendemikmusiman.
Antigenic shift adalah munculnya subtipe barus virus influenza yang disebabkan karena penggabunggan genetik antara manusia dengan virus hewan atau dengan transmisi langsung dari hewan unggas ke manusia. karena tidak ada atau sedikitnya imunitas terhada virus baru, maka pandemik dapat terjadi.
  1. Influenza tipe B
  2. Influenza tipe C
  3. Tick-Borne Influenza virus ini merupakan virus yang berasal dari kutu.
Arboviruses
Arbovirus merupakan singkatan dari ARthropoda-BOrne virus yaitu virus yang berasal dari kelompok Arthropoda. Arbovirus dibagi menjadi empat famili yaitu :
  1. Togaviridae
    contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah
    Rubellavirus.
  2. Flaviviridae
    contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah
    Hepatitis C virus dan Denguevirus yang penyebabkan penyakit demam berdarah dengue.
  3. Bunyaviridae
    contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah California encephalitis virus (CE) yang menyebabkan penyakit
    encephalitis pada manusia.
  4. Reoviridae
    contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah
    reovirus yang menyebabkan Colorado tick fever dan Rotavirus yang menyebabkan diare epidemik pada anak-anak.
Virus DNA
Virus DNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa DNA, kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas I, II, VII. Beberapa contoh familia virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Herpesviridae, Parvoviridae, dan Poxviridae. 
Herpesviridae
Herpesviridae merupakan kelompok virus berukuran besar dengan materi genetik DNA utas ganda sehingga dikelompokkan ke dalam kelas 1 dalam klasifikasi baltimore. Virus dalam kelompok ini dapat menyebabkan penyakit ganas dan juga dapat menyebabkan kelainan pasca kelahiaran pada bayi. Herpesviridae terbagi ke dalam beberapa genus, yaitu :
       1        Alpha Herpesvirus
Virus yang termasuk dalam kelompok Alpha herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut dengan gejala yang muncul saat itu juga. infeksi virus ini bersifat laten persisten disebabkan karena kemampuan genom virus ini untuk berintergrasi dengan sel inang. jika kondisi inang sedang lemah, maka ada kemungkinan penyakit dapat muncul kembali pada tempat yang sama.
contoh dari virus ini adalah
Herpes simplex tipe 1 dan 2 dan Varicella zoster(VZ) virus.
       2        Beta Herpesvirus
Virus yang termasuk dalam kelompok beta herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut akan tetapi tidak ditemukan gejala pada carrier. virus ini menyebabkan infeksi pada bayi dan perkembangan abnormal (penyakit kongenital).
contoh dari virus ini adalah
Cytomegalovirus.
       3        Gamma Herpesvirus
Virus yang termasuk dalam kelompok ini mampu menyebabkan penyakit
limphopoliperatif jinak dan ganas.
contoh dari virus ini adalah
Epstein-Barr virus.

 
Parvoviridae
Parvoviridae merupakan virus dengan DNA utas tunggal polaritas positif atau negatif sehingga termasuk dalam kelas II dalam klasifikasi Baltimore. Virus ini tidak memiliki selubung virus dan merupakan virus manusia yang berukuran paling kecil. Virus merupakan virus yang tidak sempurna sehingga perlu berasosiasi dengan adenovirus sehingga sering disebut Adeno-Associated Virus(AAV). Salah satu contoh kelompok ini adalah virus B-19 yang dapat menyebabkan cacat atau keguguran pada janin.


Poxviridae
Poxviridae merupakan virus dengan materi genetik DNA untai ganda sehingga virus ini di termasuk dalam kelas I dalam klasifikasi Baltimore. Ciri khas dari virus ini adalah virus ini memiliki morfologi besar dan kompleks.Virus yang terkenal dalam kelompok ini adalah Smallpox. Smallpox cukup terkenal karena menimbulkan pandemik yang sangat besar diseluruh dunia. sekarang virus Smallpox sudah dimusnahkan.

F. Ciri-ciri virus
Kata virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun. Ilmu yang mempelajari tentang virus disebut virology. Menurut para ahli biologi, virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Virus ini dapat digolongkan sebagai benda mati, karena tidak mempunyai protoplasma dan dapat dikristalkan; sedangkan dapat digolongkan sebagai benda hidup, karena mempunyai kemampuan untuk kemampuan untuk reproduksi (berkembang biak) walaupun hanya pada sel hidup, dan memiliki asam nukleat yaitu DNA atau RNA
      1        Virus mempunyai ukuran sebesar 2 – 20 mµ. tetapi ada juga beberapa virus yang berukuran sampai 300 mµ. karena ukuran yang sangat kecil inilah maka virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop electron. Bentuk virus bervariasi yaitu ada yang oval, memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong.Tubuh virus terdiri atas kepala, kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh dan serabut ekor. Isi tubuh hanya satu macam asam nukleat yaitu DNA atau RNA. Ciri lainnya adalah virus tidak dapat bergerak maupun melakukan metabolisme.

      2        Perkembangbiakan Virus
Dalam perkembangbiakannya virus memerlukan sel yang hidup. Oleh karena itu virus harus menyerang organism lain, yang disebut sel inang. Sel inang dapat berupa sel dari bakteri, hewan, manusia dan tumbuhan. Virus yang menyerang bakteri disebut bakteriofage atau fag. Salah satu contoh bakteri yang diserang virus adalah bakteri Echericia coli. Cara virus menginfeksi bakteri dibedakan menjadi dua macam yaitu secara litik (virus yang menghancurkan sel induk setelah berhasil mereproduksikan diri) dan secara lisogenik (virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri), sehingga jika bakteri membelah diri maka virus akan ikut membelah.
      ·         Ciri-ciri Virus Berdasarkan Struktur Tubuhnya
Berukuran ultra mikroskopis
Parasit sejati/parasit obligat
Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan
Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA
Dapat dikristalkan
Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup
      ·         Struktur Virus
Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:
      a)         Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.
      b)         Kapsid
Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.
      c).        Isitubuh
Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.
      d)         Ekor
Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.
      ·         Reproduksi Virus
Cara reproduksi virus dikenal sebagai proliferasi yang terdiri dari:

       a.       Daur litik (litic cycle)
      1        Fase Adsorbsi (fase penempelan)
Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk memasukkan asam inti virus.
      2        Fase Injeksi (memasukkan asam inti)
Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi.
      3        Fase Sintesis (pembentukan)
DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah bagian-bagian virus. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus.
      4        Fase Asemblin (perakitan)
Bagian-bagian virus yang telah terbentuk, oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna. Jumlah virus yang terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik.
      5        Fase Litik (pemecahan sel inang)
Ketika perakitan selesai, maka virus akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim, akhirnya virus akan mencari inang baru.

b.Daur lisogenik (lisogenic cycle)

      1        Fase Penggabungan
Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus harus memutus DNA bakteri, kemudian DNA virus menyisip di antara benang DNA bakteri yang terputus tersebut. Dengan kata lain, di dalam DNA bakteri terkandung materi genetik virus.
      2        Fase Pembelahan
Setelah menyisip DNA virus tidak aktif disebut profag. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan pembelahan.
      3        Fase Sintesis
DNA virus melakukan sintesis untuk membentuk bagian-bagian viirus
      4        Fase Perakitan
Setelah virus membentuk bagian-bagian virus, dan kemudian DNA masuk ke dalam akan membentuk virus baru
      5        Fase Litik
Setelah perakitan selesai terjadilah lisis sel bakteri. Virus yang terlepas dari inang akan mencari inang baru.

Struktur virus terdiri atas asam nukleat (DNA atau RNA) yang diselubungi oleh oleh lapisan protein yang disebut kapsid. Gabungan antara asam nukleat dengan kapsid disebut nukleokapsid. Virus memiliki ukuran lebih kecil dari bakteri, lho (2-20 milimikron)!

Virus yang paling terkenal adalah virus yang menyerang bakteri (bakteriofage) yang memiliki struktur seperti huruf T. Virus ini memiliki asam nukleat berupa DNA yang terdiri atas 100 gen yang tersimpan dalam kepala virus (capsid isohedral).















BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Setelah saya membaca materi tentang virus pada manusia,saya dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan mengendalikan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.Adapun contoh-contoh dari virus yaitu Virus RNA dan Virus DNA.
Virus RNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa RNA, kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas III, IV, V, dan VI. Beberapa contoh familia virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Retroviridae, Picornaviridae, Orthomixoviridae, dan Arbovirus.Virus DNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa DNA, kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas I, II, VII. Beberapa contoh familia virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Herpesviridae, Parvoviridae, dan Poxviridae.

Contoh paling umum dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pilek (yang bisa saja disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus), cacar, AIDS (yang disebabkan virus HIV), dan demam herpes (yang disebabkan virus herpes simpleks).Selain merugikan,virus juga mempunyai peranan yang menguntungkan yaitu membuat antitoksin,melemahkan bakteri dan memproduksi vaksin.

B.Saran
Bagi para pembaca dengan melihat begitu sulit untuk membunuh virus,disarankan untuk menggunakan metode pengobatan yang paling efektif yaitu vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus.Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus











DAFTAR PUSTAKA

Creager, A.N.H. (2002) (Didigitalisasi oleh Google Penelusuran Buku). The life of a virus: tobacco mosaic virus as an experimental model, 1930-1965 (edisi ke-Edisi ke-2). Chicago: University of Chicago Press. hlm. hlm. 119. ISBN 0226120260, 9780226120263.
Hershey AD, Chase M (1952). "Independent Function of Viral Protein and Nucleic Acid in Growth of Bacteriophage" (pdf). Journal of General Physiology 36: 39-56.
Strauss, JH.; Strauss, EG. (2008), Viruses and Human Disease, London: Elsevier, ISBN 978-0-12-375145-1 (lihat di Penelusuran Buku Google)
Hidari KIPJ (2010). "Glycan Receptor for Influenza Virus" (pdf). The Open Antimicrobial Agents Journal 2: 26-33.
Mahy, BWJ.; van Regenmortel, MHW. (2010), Desk Encyclopedia of General Virology, San Diego: Elsevier, ISBN 978-0-12-375145-1 (lihat di Penelusuran Buku Google)
Cossart, P (2005), Cellular Microbiology, Washington DC: American Society for Microbiology Press, ISBN 1-55581-302-X (lihat di Penelusuran Buku Google)
abcdCheng, H.; Hammar, L. (2004), Cellular Microbiology, Singapore: World Scientifis Publishing Co. Pte. Ltd., ISBN 981-238-614-9
Carter, JB.; Saunders, VA. (2007), Virology: Principles and Applications, England: John Wiley & Sons, Ltd., ISBN 978-0-470-023860-0 .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar